Berani Beda dengan Berwirausaha #3

Memasuki semester kedua, saya merenung dan berpikir keras untuk kelanjutan usaha kedepan. Saya melihat ke belakang, dagangan saya hanya laku ketika ada mahasiswa yang memecahkan alat lab atau hanya ketika ada event seperti RBL. Sebenarnya akhir semester ada seorang mahasiswi dari tangerang yang mengontak saya untuk dikirimkan 1 buah gelas kimia. Untuk pertama kalinya, barang saya laku hingga luar kota tapi agak khawatir dengan keselamatan barang tersebut mengingat barang tersebut merupakan barang pecah belah.

Iseng-iseng saya memasang iklan di tokopedia.com (tokopedia.com/labmania) dengan branding Luca's Laboratory (tokopedia.com/labmania) karena saya sendiri juga berbelanja melalui e-commerce tersebut. Tak disangka, ada juga yang beli tapi saya cuma berfikir "ah biasa hoki doang ada yang beli disini"




Tapi makin lama saya merasa aneh dengan tokopedia, terlalu banyak menu yang membuat saya pusing sehingga saya beralih ke bukalapak.com/lucacadalora yang saya rasa tampilannya lebih simpel. Berbekal pengalaman laku di e-commerce, saya mengupload semua produk yang saya jual di buka lapak. Nah ini, hal paling berat menurut saya, harus sabar memasang iklan satu persatu. Harga menjadi masalah saya waktu itu, bagaimana caranya agar tetap laku keras karena pasti ada saingan di pasar tersebut. Terlebih dahulu saya survei pelapak yang menjual barang yang sama, ternyata margin mereka cukup besar, misal dari sononya 30rb dijual 80rb. Hal inilah yang menjadi perhatian saya dengan merusak harga mereka wkwkw sebenarnya merusak harga pasar sangat tidak dianjurkan tapi ya waktu itu saya newbie, baru dapet ilmu-ilmu marketing setelah usaha jalan beberapa bulan he he.

16 januari saya tiba di Bandung, 3 hari kemudian ada seorang customer yang beli 3 cawan petri di buka lapak, alhamdulillah. Tapi sampai sana barang pecah satu. Nah kan jadi masalah lagi, lalu saya berpikir dan mencoba membenahi sistem packaging saya dengan memberikan koran dan kardus yang banyak.




Kurang lebih satu bulan saya berjualan di buka lapak dengan penghasilan kotor kurang lebih 6jt rupiah. Yah anak muda labil, langsung ganti gadget ketika punya duit. Alhasil 3/4nya menjadi barang elektronik. Sisa 1,4jt saya pakai untuk modal dan hidup sehari-hari karena mulai pertengahan februari saya sudah memutuskan untuk tidak menerima uang pemberian dari orang tua saya di kampung.

Bulan maret tiba. Nah ini ada peluang gerhana matahari 9 maret 2016 tapi sejak sebulan yang lalu saya sudah mencoba untuk menjajakan kacamata gerhana melalui line dan media sosial lainnya. Tidak seperti alat lab yang menurut saya banyak yang support, dagangan kacamata matahari ini malah banyak yang memberikan feedback negatif karena keberadaannya hanya dibutuhkan sekali dan harganya cukup mahal yakni 35 ribu rupiah. Awalnya saya beli dari tokoastronomi.com sebanyak 10 biji dengan modal 250rb + ongkos kirim 11rb. Animo mahasiswa kecil sekali dan saya lumayan sulit untuk menjualnya. H-14 gerhana, saya mencoba menjualnya di bukalapak juga dan ternyata ada beberapa yang minat, teman-teman dari komunitas pecinta astronomi pun demikian. H-7 gerhana, makin banyak yang berminat dan saya kalang kabut karena untuk jualan ini harus berani ambil risiko barang tidak habis terjual kalau kulakan terlalu banyak. Dari sini saya berpikir keras dan tentunya berdo'a agar diberikan petunjuk he he. Eh ada yang ngontak saya untuk pembelian 100pcs kacamata matahari !! wahh rejeki nomplok ini dan kebetulan juga saya mendapatkan kontak importir kacamata matahari yang harganya jauh lebih murah. Untuk pertama kalinya saya mendapatkan keuntungan 500 ribu lebih dalam satu kali transaksi. Tapi masalahnya, saya tidak mempunyai modal untuk kulakan karena duit saya tersisa 1 jutaan. Disinilah insting dan kepekaan diuji. Permintaan kacamata meningkat namun gaada modal. Dengan tekad yang mantap saya mengutang pada 2 teman saya, yang satu saya utangi 4 juta, satunya 1 juta. Dengan modal 6.5jt rupiah saya berhasil meraup keuntungan bersih dari jualan kacamata matahari dan filternya sejumlah 21.5jt rupiah wkwkwk dalam 10 hari dengan penjualan lebih dari 500 kacamata dan puluhan filter. Buat balikin utang tersisa 16jt, masuk bank wkwk

Promosi di instagram

Inilah yang membuat saya belajar, ternyata backingan uang itu penting, harus ada uang yang tetap untuk jaga-jaga dan insting perlu dilatih kepekaannya dalam melihat peluang. Saya bingung lagi, punya duit belasan juta mau buat apa. Akhirnya saya memilih jalan investasi melalui asuransi di PT Axa dengan memberikan polisnya ke ayah saya mengingat ayah saya sudah mulai berumur dan tentunya kesehatan menjadi momok utama, ayah seorang perokok. Tapi kok pasang asuransi ga tenang ya, pantas saja.. asuransi itu haram menurut islam. Sebulan kemudian saya memutuskan untuk membatalkannya walau rugi 700ribu, yang penting hati tenang.

Beberapa hari saya merenungi pencapaian saya ini. Ternyata ada hikmah dan tujuan dari-Nya memberikan nikmat kelancaran dalam bisnis yang saya jalani. Ayah saya kehilangan pekerjaan mulai bulan maret hingga juli yang mengharuskannya berdiam diri di rumah, tidak ada penghasilan sepeserpun. Saya berpikir, kalau saya tidak bergerak seperti ini saya tidak bisa membayangkan berapa hutang yang akan di tanggung keluarga saya. Allah memberikan rizki kepada makhluk-Nya ternyata melalui berbagai hal dan perantara. So, jangan pesimis kepada pencapaian kita yang belum berhasil dan jangan berbesar kepala dan lupa bersyukur dari nikmat yang telah diberikan-Nya :D

    Blogger Comment

0 comments:

Posting Komentar